Virus Ebola Dan Uji Coba Awal Tahun 2015

Tidak ada komentar 860 views

virus ebolaAkhir tahun 2014 lalu masyarakat di Indonesia dikagetkan dengan adanya virus ebola yang banyak ditakuti bukan hanya di Negara Indonesia, tetapi banyak Negara di dunia. Bagaimana tidak, karena virus ini sangat mematikan, virus ini dapat menyebabkan kematian 50-90% orang yang terinfeksi virus.

Penyakit Virus Ebola (EVD) pertama kali diidentifikasi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo, penyakit ini biasanya mewabah di daerah tropis Afrika Sub-Sahara. Penyakit virus ebola atau demam berdarah ebola adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus ebola. Virus ini bisa ditularkan melalui cairan tubuh atau darah pada hewan yang terinfeksi, biasanya monyet, babi dan kelelawar buah. Begitu terjadi pada manusia, penyakit ini bisa menularkan pada orang lain disekitarnya. Masa inkubasi biasanya dimulai 2 hari sampai 3 minggu setelah terjangkit virus.

Gejala dari penyakit ini biasanya terdapat demam, sakit tenggorokan, sakit kepala dan nyeri otot. Bisa juga diikuti dengan mual, muntah, diare serta menurunnya fungsi ginjal dan liver. Dalam kondisi tersebut, orang yang terpapar virus ebola akan mulai mengalami masalah perdarahan. Untuk memastikan diagnosis dari virus ebola ini, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri.

Upaya pencegahan penularan virus ebola dengan mengurangi penyebaran penyakit dari hewan yang terinfeksi ke ira megawati SSitmanusia. Misalnya dengan cara memeriksakan hewan tersebut apakah terinfeksi atau tidak, membunuh dan membuang hewan yang terinfeksi, memasak daging hewan dengan baik serta memakai pakaian pelindung ketika mengolah daging akan sangat membantu upaya pencegahan. Apabila berada didekat orang yang terinfeksi virus ebola, gunakanlah pakaian pelindung dan jangan lupa untuk mencuci tangan. Belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini.

Upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin, organisasi kesehatan dunia (WHO) mulai Januari 2015 sedang melakukan uji coba dua jenis vaksin ebola pada manusia sehat di Afrika Barat. Dua vaksin yang menjadi tumpuan harapan itu diberi nama Okairos AG dan VSV-EBOV. Diperkirakan dilakukan 20.000 vaksinasi pada bulan Januari dan pada bulan berikutnya juga jumlah vaksinasi yang sama. Okairos AG dikembangkan lembaga kesehatan nasional Amerika Serikat bekerjasama dengan industri farmasi GlaxoSmithKline.

Sementara VSV-EBOV yang dikembangkan lembaga kesehatan publik Kanada. Kedua vaksin tersebut telah berhasil diuji coba pada hewan, yaitu tikus dan monyet. Tentu besar harapan masyarakat di dunia agar vaksin tersebut juga berhasil dilakukan uji coba pada manusia, sehingga dengan adanya vaksin virus ebola, masyarakat tidak perlu khawatir lagi dengan penyakit virus ebola.

Penulis : Ira Megawati, S.SiT