Sudah Waktunya Pemerintah Peduli Terhadap Bidan

Ketua PP IBI : Sudah Waktunya Pemerintah Peduli Terhadap Bidan

Ketua PP IBI : Sudah Waktunya Pemerintah Peduli Terhadap Bidan

 

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia Dr Emi Nurjasmi menyatakan di penghujung 2015 ini merupakan hari-hari kelabu dan bidan Indonesia berduka. Tragedi meninggalnya bidan di Papua dan Kalimantan Barat merupakan bentuk kurangnya perlindungan bidan oleh pemerintah.

Atas nama organisasi IBI, Dr. Emi menyatakan untuk terus berjuang demi perlindungan bidan dan masyarakat. “Sudah waktunya pemerintah untuk peduli terhadap bidan dan masyarakat,” ujar Ketua PP IBI Dr Emi dalam siaran pers yang dimuat di halaman resmi PP IBI.

 

Baca juga : Ketua PP IBI Sampaikan Duka Mendalam Atas Meninggalnya Bidan

 
Kematian bidan Anik yang bertugas di pedalaman Kalimantan Barat adalah salah satu kasus yang dapat dicegah, namun karena fasilitas yang tidak memadai maka nyawa bidan Anik tidak dapat tertolong. Serta akses yang sangat buruk dalam sistem rujukan, yang akhirnya mencelakai bidan Dwi Endah dan Mahyaya Renwarin yang bertugas untuk menolong pasien dalam proses rujukan.

Baca Juga :

  1. Bidan Harus Punya RUU Kebidanan
  2. Harapan kepada Anggota DPR Baru Agar Mensahkan RUU Kebidanan

Oleh karena itu, pemerintah perlu segera membentuk UU untuk melindungi bidan dan masyarakat. Menurut Emi, tiga pahlawan ini tidak akan sia-sia, karena di balik tragedi 3 rekan bidan tersebut terdapat banyak pesan-pesan yang tersirat untuk bidan (tenaga kesehatan), masyarakat, dan pemerintah.