Profesi Bidan Lebih Real Dalam Memberikan Pertolongan

Ketua PC IBI Gresik Mega Harnani

Ketua PC IBI Gresik Mega Harnani

Ketua PC IBI Gresik Mega Harnani

Mengumpulkan seluruh anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Gresik dalam setiap pertemuan bukanlah perkara gampang bagi Mega Harnani. Kondisi para bidan yang tersebar di pelosok menjadi satu kendala tersendiri bagi Ketua IBI Gresik ini. Apalagi di Gresik terdapat wilayah kepulauan yang tidak setiap saat tersedia transportasi.

“Ini yang terjadi di Bawean, seperti yang kita ketahui sarana transportasi penyeberangan dari dan ke pulau Bawean tidak selalu ada. Dan ini tentu saja menjadi kendala bagi para bidan disana untuk dapat berkumpul dengan anggota lainnya,” jelasnya.

Meski demikian Mega tak berputus asa. Ia tetap berupaya agar seluruh anggotanya solid dan mendapat informasi terbaru, termasuk mereka yang tinggal di daerah pelosok.

“Salah satunya ya saya yang mengunjungi mereka. Saya turun langsung dalam pertemuan ranting, termasuk ranting Bawean. Jadi jika mereka tidak bisa hadir dalam pertemuan cabang, ya saya yang datang ke pertemuan ranting,” jelasnya lagi.

IBI cabang Gresik sendiri, lanjut Mega, memiliki 700an lebih anggota. Mereka terbagi dalam 5 ranting yakni,   Driyorejo, Sedayu, Gresik, Cerme, dan Bawean.

Sejak dilantik pada 27 Agustus 2015 lalu sebagai Ketua IBI Gresik, Mega langsung tancap gas. Membenahi administrasi organisasi hingga rutin melakukan pertemuan dengan anggota telah dilakukan wanita yang pada 23 November lalu ini genap berusia 59 tahun ini.

“Administrasi harus terus dibenahi agar roda organisasi tetap bisa jalan,” imbuh wanita kelahiran Palembang ini.

Profesi bidan sendiri telah dilakoni Mega sejak tahun 1985 silam. Uniknya, profesi ini awalnya tak sejalan dengan keinginan sang ibu yang lebih memilih Mega muda menjadi perawat.

“Jadi ibu ingin saya jadi perawat, tapi saya sendiri lebih tertarik menjadi bidan,” ujarnya seraya tergelak.

Demi memenuhi keinginan sang ibu, Mega muda pun mengalah dan menempuh pendidikan perawat. Namun seiring berjalannya waktu, Mega muda dapat meluluhkan hati sang ibu dan memberi lampu hijau untuk merengkuh mimpinya menjadi bidan.

“Toh, esensinya sama yakni menolong orang. Tapi bagi saya, profesi bidan lebih real dalam memberikan pertolongan,” tukasnya.

Bagi para bidan lainnya pun, Mega berpesan agar selalu meningkatkan pengetahuan dengan terus belajar. Jangan sampai nantinya tergeser oleh keberadaan tenaga medis asing.

“Jangan pernah berhenti belajar, setiap ada pelatihan ataupun seminar ikut saja demi meningkatkan pengetahuan,” pungkasnya.

Galeri Foto

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.