Praktek Bagi Calon Bidan Sangat Minim

Tidak ada komentar 359 views

Ketua PC IBI Sidoarjo Siti Murdiati

Ketua PC IBI Sidoarjo Siti Murdiati

Ketua PC IBI Sidoarjo Siti Murdiati

Pendidikan kebidanan sekarang telah mengalami banyak perubahan. Namun bagi Siti Murdiati, perubahan tersebut justru masih belum dapat meningkatkan skill bidan-bidan muda. Pasalnya, sistem yang kini diterapkan lebih banyak teori dibanding praktek.

“Kalau jaman saya dulu full praktek. Misal, pendidikan ditempuh dalam masa 3 tahun ya selama masa itu pula prakteknya. Tapi kalau sekarang kan berbeda, 3 tahun masa pendidikan kebanyakan teori, untuk prakteknya sangat jarang. Sehingga skill dari para bidan muda juga kurang terasah maksimal, ” jelas Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sidoarjo ini.

Lebih banyak praktek, kata Siti, juga diperlukan bagi seorang bidan agar dapat lebih luwes dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat. Apalagi jika para bidan nantinya harus ditempatkan di daerah pelosok, tentunya dibutuhkan lebih banyak kesabaran dalam menjalankan tugasnya.

ketua-ibi-sidoarjo-siti-murdiati2“Kalau sudah membaur di masyarakat harus luwes, tidak boleh canggung agar pelayanannya maksimal dan bidan bisa dekat dengan mereka, ” imbuh wanita berusia 61 tahun ini.

Profesi bidan sendiri telah dijalani Siti sejak tahun 1975. Selama menjalani profesinya, Siti tergolong aktif dalam berkegiatan. Sederetan penghargaan pun telah direngkuh Siti, salah satunya Citra Kartini dari Kabupaten Sidoarjo.

Hal ini pula yang ingin ditularkan Siti kepada para anggotanya, terutama mereka yang masih berusia muda.

“Bidan sekarang dituntut untuk selalu berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan pemerintah. Ini penting untuk meningkatkan pengetahuan mereka, disamping itu mereka juga dapat selalu update informasi terbaru berkaitan dengan profesi mereka, ” tukasnya.

Masyarakat Sidoarjo sendiri diakui Siti cukup aware akan keberadaan bidan. Bahkan tak sedikit bidan yang menjadi tempat curhat warga terkait kesehatan ibu dan anak.

“Warga sepertinya sudah sreg dengan bidan, sehingga angka kunjungan ke bidan juga meningkat. Tentu saya sangat gembira bidan bisa dekat dengan warga, ” ungkapnya.

Menyadari tingkat kepercayaan warga Sidoarjo kepada bidan yang cukup tinggi, Siti kian termotivasi untuk terus meningkatkan skill bidan lewat penyelenggaraan workshop maupun seminar. Ia pun berharap motivasi tersebut juga dimiliki para anggotanya.

“Para bidan harus terus berupaya meningkatkan pengetahuannya, dan ini juga harus ada motivasi dari dirinya sendiri. Apalagi kita akan memasuki persaingan global yang nantinya tenaga medis asing menyerbu Indonesia. Jangan sampai kita tersingkir dalam persaingan itu, kita harus jadi tuan di negeri sendiri, ” tegasnya. (masruro)

ketua-ibi-sidoarjo-siti-murdiati3

Riwayat pendidikan:

– Sekolah bidan, lulus tahun 1975
– D3 Kebidanan, lulus tahun 2003
– D4 Kebidanan, lulus tahun 2012