Pelayanan Bidan Harus Lebih Baik

Tidak ada komentar 1084 views
Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kota Pasuruan Misri Handayani : Pelayanan bidan harus lebih baik

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kota Pasuruan Misri Handayani

 

Terpilih kali kedua sebagai Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Kota Pasuruan, Misri Handayani menginginkan IBI lebih ‘unjuk gigi’. Beragam kegiatan pun digelar agar IBI Kota Pasuruan kian mendapat tempat di hati masyarakat. Pelayanan bidan harus lebih baik.

“Saya ingin para bidan harus lebih aktif dalam memberikan pelayanan, jadi jemput bola tidak hanya menunggu pasien datang,” tegas Misri.

Beberapa kegiatan yang digelar IBI Kota Pasuruan yakni senam ibu hamil,  lomba balita sehat, hingga penyuluhan kepada warga. Misri bersyukur karena para bidan kompak dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.

“Alhamdulillah, para bidan gampang koordinasinya. Mereka juga kompak, jadi setiap kegiatan yang digelar selalu dilakukan dengan semangat, ” ujar wanita 46 tahun ini.

Lebih lanjut Misri mengungkapkan, IBI Kota Pasuruan beranggotakan 215 bidan. Dari jumlah tersebut, 25 orang telah menjadi bidan delima.

“Saya berharap semua bidan disini bisa menjadi bidan delima, maka dari itu kompetensi mereka harus terus ditingkatkan,” imbuhnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Misri selalu menekankan kepada para bidan agar selalu bersungguh-sungguh, aktif, dan ikhlas hati. Jika nilai-nilai tersebut maka pekerjaan sesulit apapun dapat dilaksanakan dengan baik.

“Nilai-nilai itu juga yang saya terapkan dalam menjalankan tugas sebagai bidan, apalagi saya bukan warga asli Pasuruan yang harus bertugas disini, ” tukas wanita kelahiran Ngawi ini.

Misri mengawali tugasnya di Pasuruan pada 1989 silam. Sebagai warga pendatang, Misri harus berusaha ekstra keras agar mendapat tempat di hati warga. Tanpa kenal lelah, Misri terus berupaya mengambil hati masyarakat Pasuruan.

“Kuncinya ya itu tadi, bersungguh-sungguh, aktif, dan ikhlas hati. Alhamdulillah, Allah memudahkan jalan saya disini, ” ujarnya.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Misri, juga dapat dijadikan landasan bagi para bidan dalam mengasah kemampuan menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan mulai berlaku pada akhir tahun ini.

“Kita harus punya modal agar bisa berdaya saingan dengan tenaga asing. Jangan sampai kita kalah dan akhirnya tergerus sendiri dengan kehadiran tenaga kesehatan asing, ” tegasnya.

 

Riwayat pendidikan :

– Sekolah Pendidikan Kebidanan: lulus tahun 1988
– D1 Kebidanan: lulus tahun 1996
– D3 Kebidanan: lulus tahun 2007
– D4 Kebidanan: lulus tahun 2009