Mengenal Hiperemesis Gravidarum

Tidak ada komentar 193 views

ilustrasi – Hiperemesis Gravidarum

Diantara sekian banyak ibu hamil, sebagian diantaranya mengalami morning sickness (MS), atau mual, selama kehamilan. Sebenarnya kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Walaupun morning sickness bisa sangat menyiksa, memberikan perasaan tidak nyaman pada tubuh dan bahkan mengganggu aktivitas sehari hari, morning sicknes biasanya hilang dalam waktu 12 minggu. Sedangkan hiperemesis gravidarum merupakan bentuk ekstrem dari morning sickness yang menyebabkan mual dan muntah selama kehamilan.

Morning sicknes dan hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang sangat berbeda. Mereka memiliki komplikasi yang berbeda dan keduanya sama sama memiliki efek samping bagi ibu hamil. Sangat penting untuk membedakan antara dua kondisi tersebut untuk benar mengobati gejala.

Ibu hamil yang mengalami morning sicknes akan mengalami mual yang kadang disertai muntah. Kedua gejala biasanya hilang setelah 12 sampai 14 minggu, dan muntah yang terjadi tidak menyebabkan hidrasi parah. Sedangkan ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum juga mengalami mual namun tidak segera hilang dan disertai muntah yang parah yang terkadang menyebabkan hidrasi berat dan tidak memungkinkan adanya penyerapan nutrisi di dalam pencernaannya.

Jika morning sickness dimulai pada bulan pertama kehamilan dan akan hilang di bulan ketiga atau keempat, maka hiperemesis gravidarum dimulai dalam enam minggu pertama kehamilan, dan mual sering tidak menghilang. Ibu hamil dengan morning sickness terkadang mengalami kelelahan dan kehilangan sedikit nafsu makan, namun kegiatan sehari hari bisa dilakukan walaupun mengalami sedikit kesulitan, namun hiperemesis gravidarum bisa sangat melemahkan dan menyebabkan kelelahan yang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Karena hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan dehidrasi dan berat badan yang buruk selama kehamilan. Mungkin belum ada cara yang tepat untuk mencegah mual di pagi hari atau hiperemesis gravidarum, namun mensiasati pengelolaan gejala pasti adalah solusi yang bisa dilakukan.

Bagaimana Gejala Hiperemesis Gravidarum?

Hiperemesis gravidarum biasanya dimulai selama trimester pertama kehamilan pada ibu hamil. Sekitar 50% ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum mengalami seluruh gejala ini.

Beberapa gejala yang paling umum dari hiperemesis gravidarum adalah:

a) muntah lebih dari tiga atau empat kali per hari,
b) menjadi dehidrasi,
c) Perasaan pusing atau pusing,
d) kehilangan lebih dari 10 pound (1 Pound sama dengan 0,454 kg atau sekitar 4,54 kg) atau 5 persen dari berat badan ibu hamil karena muntah
e) merasa mual secara terus menerus.

Apa Penyebab Hiperemesis Gravidarum?

Hampir semua wanita mengalami beberapa tingkat morning sickness selama kehamilan mereka. Ada pendapat bahwa Morning sickness dan hiperemesis gravidarum memiliki kaitan yang erat dengan human chorionic gonadotropin (hCG). Ini adalah hormon yang diproduksi oleh placenta selama kehamilan. Tubuh ibu hamil memproduksi sejumlah besar hormon ini pada fase awal kehamilan. The American Pregnancy Association, menyatakan bahwa kadar hCG biasanya dua kali lipat setiap 48 sampai 72 jam. Pada fase hCG ini dapat terus meningkat selama kehamilan.

Siapa Saja Yang Memiliki Risiko Mengalami Hiperemesis Gravidarum?

Ibu hamil yang memiliki risiko mengalami hiperemesis gravidarum adalah, mereka yang:

Memiliki riwayat hiperemesis gravidarum
Didalam kandungannya ada lebih dari satu bayi (gemelli)
Ibu hamil yang mengalami obesitas
Ibu yang hamil pertama kali (primigravida)
Ibu yang sedang mengalami penyakit trofoblas, karena penyakit tersebut menyebabkan peningkatan HCG. (penyakit trofoblas terjadi karena ada pertumbuhan abnormal dari sel-sel di dalam rahim).

Bagaimana Hiperemesis Gravidarum Didiagnosis?

Anamnesa, pemeriksaan fisik standar cukup untuk mendiagnosis sebagian besar kasus yang ada. Tanda tanda umum dari hiperemesis gravidarum pun akan diperiksa, seperti tekanan darah: normal rendah, nadi cepat. Sampel darah dan urin juga mungkin diperlukan untuk melihat tanda-tanda dehidrasi. Jika dimungkinkan Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahanuntuk menyingkirkan diagnose banding, misalnya gangguan pencernaan.

USG, yaitu suatu alat yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar bagian dalam tubuh mungkin diperlukan untuk mengetahui apakah seorang ibu hamil sedang hamil dengan kembar atau jika ada massa lain di dalam rahim yang disebabkan penyakit trofoblas.

Apa therapy yang diberikan untuk Hiperemesis Gravidarum?

Pengobatan untuk hiperemesis gravidarum tergantung pada tingkat keparahan gejala Ibu. Dokter mungkin merekomendasikan metode pencegahan mual alami seperti vitamin B-6 atau jahe. Mencoba makan dengan porsi lebih sedikit, lebih sering makan dan makanan kering seperti kerupuk dan biscuit,  harus minum banyak cairan untuk tetap terhidrasi. Pada kasus yang parah mungkin memerlukan rawat inap.

Penulis : Dr. Erna Setiyaningrum, SST, MM, MA

Ibu hamil dengan kondisi cairan di dalam tubuhnya yang rendah karena muntah terus-menerus perlu diberikan cairan intravena/infus. obat anti-mual bisa diberikan melalui intravena atau supositoria. Minum obat saat hamil dapat menyebabkan masalah kesehatan potensial pada bayi tetapi dalam kasus yang parah hiperemesis gravidarum, dehidrasi ibu lebih penting.

Konseling sehubungan dengan metode pengobatan bisa dibicarakan dengan dokter berkaitan dengan risiko yang mungkin ada. Yang perlu ibu tahu, bahwa hiperemesis gravidarum bisa hilang setelah melahirkan, namun mengikuti kelas ibu hamil, saling bertukar pikiran membuat wawasan ibu lebih luas dan penderitaan ibu lebih ringan.