Menciptakan Hybrid Dengan Kloning

Tidak ada komentar 893 views

kromosomKloning dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik. Kloning merupakan proses reproduksi aseksual yang biasa terjadi di alam dan dialami oleh banyak bakteria, serangga, atau tumbuhan.

Arti lain kloning digunakan pula di luar ilmu-ilmu hayati. Kata ini diturunkan dari kata clone atau clon, dalam bahasa Inggris, yang juga dibentuk dari kata bahasa Yunani, κλῶνος (“klonos”) yang berarti “cabang” atau “ranting” bisa juga “tunas”, secara sederhana kloning bisa dipahami sebagai suatu metode reproduksi biologis aseksual yaitu tanpa menggunakan sel seks atau tanpa peleburan sel sperma dan sel telur.

Kata kloning, pertama kali diusulkan oleh Herbert Webber pada tahun 1903 untuk mengistilahkan sekelompok makhluk hidup yang dilahirkan tanpa proses seksual dari satu induk. Didalam bioetika, kloning dipahami sebagai suatu bentuk usaha menciptakan replika atau duplikasi gen yang nantinya akan memunculkan organisme yang sama persis dengan organisme induknya. Jadi reproduksi dengan cara kloning ini akan menghasilkan organisme baru dengan informasi genetik yang sama. Informasi genetik berarti di dalam gen (kromosom/inti sel) manusia atau hewan atau tumbuhan memuat atau membawa semua informasi atau sifat yang dimiliki induk atau ortunya.

Yang pasti tekhnologi ini sangat menakutkan jikalau disalahgunakan untuk menciptakan manusia super dengan kelebihan fisik maupun intelegensinya bahkan untuk memperoleh organ tubuh bagi yang memerlukan. Itulah yang ditentang oleh berbagai disiplin ilmu, baik oleh bidang hukum, kedokteran, dan khususnya dalam bidang teologi.

Teknologi kloning mulai dikembangkan terlebih setelah teknologi ini sukses melahirkan Dolly  yaitu seekor domba betina lahir dari hasil kloning sel dewasa di Roslin Institute di Edinburgh, Skotlandia, pada 5 Juli 1996. Mamalia pertama hasil kloning ini murni diciptakan oleh  Scotsman Ian Wilmut, pakar embriologi Universitas Edinburgh, Inggris dengan mengambil sel ambing (sel puting susu) seekor domba.

Sel ini disebut sel somatis (sel tubuh). Dari domba betina lain diambil sebuah ovum (sel telur) yang kemudian dihilangkan inti selnya. Dari domba betina lain diambil sebuah ovum (sel telur) yang kemudian dihilangkan inti selnya. Proses berikutnya adalah fusi (penyatuan) dua sel tersebut dengan memberikan kejutan listrik yang mengakibatkan ‘terbukanya’ membran sel telur sehingga kedua sel bisa menyatu. Dari langkah ini telah diperoleh sebuah sel telur yang berisi inti sel somatis. Ternyata hasil penyatuan sel tersebut memperlihatkan sifat yang mirip dengan zigot, dan akan mulai melakukan proses pembelahan.  Ternyata begitu mudahnya menciptakan makhluk hidup baru, dan ini bertentangan dengan ajaran agama apapun.

Sebagai seorang manusia yang diberikan akal dan pikiran, terntunya ada rasa penasaran bagaimana membuat makhluk baru yang kita sebut sebagai Hybrid. Menurut beberapa sumber, beginilah kira kira cara seorang ahli membuat hybrid atau makhluk spesies baru:

1.    Cara pertama yaitu dilakukannya pemisahan embrio. Pemisahan embrio ini dilakukan pada embrio yang terbentuk karena proses pembuahan  alami dimana terjadi peleburan sel sperma dan sel telur,  ketika embrio  memasuki tahap pre-nidasi, yaituketika embrio memiliki sifat totipotentdimana pada saat ini embrio bisa berkembang menjadi berbagai bentuk, sifat dan fungsi khusus yang berbeda. Pada tahap pre-nidasi ini, embrio terdiri dari 8 (delapan) sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi individu. Apabila ke-8 (delapan) sel itu dipisahkan, maka akan menjadi 8 (delapan) individu.

Pada tahap itulah sel-sel tersebut dipisahkan sehingga akan menghasilkan 8 (delapan) individu yang memiliki kesamaan genetis. Pada saat ini seorang ahli bisa menciptakan kembar identik 8 dengan sifat genetis yang sama. Andai saja kedelapan sel tersebut intinya dikeluarkan dan diisi dengan inti sel lain dari berbagai makhluk yang berbeda apakah tidak memungkinkan tercipta berbagai bentuk makhluk baru yang berbeda? Bahkan terkadang saya membayangkan jika sel sel kosong tersebut diisi dengan inti sel dari Agnes Monika atau yang kita kenal dengan Agnes Mo, maka akan tercipta 8 Agnes Mo yang memiliki paras cantik dan kemampuan serta talenta yang luar biasa. Waaahhh…. andai Lady Diana masih hidup, andai Thomas Alfa Edison dan Albert Einstein masih hidup bisa tercipta orang orang hebat dengan kemampuan dan kepandaian luar biasa dalam jumlah yang tidak terbatas, sungguh menakjubkan.

2.    Cara kedua adalah Recombinant DNA Technology: Recombinant DNA Technology adalah cara mengklon organisme dengan menggabungkan gen yang akan diklon dengan sebuah vektor. Vektor yang dimaksud disini adalah sesuatu yang berfungsi sebagai kendaraan untuk menyampaikan materi genetik seperti DNA ke suatu sel. Vektor ini bisa plasmide, bacteriophage, Yeast Artificial Cosmide, dan lain lain.

DNA baru yang disebut sebagai recombinant DNA sekurang-kurangnya harus terdiri dari dua bit DNA, yakni gen dan vektornya, lalu sesudahnya diletakkan dalam organisme yang cocok, misalnya bakteri atau ragi. Perpaduan antara gen dan vektor ini akan mengalami pembiakan di dalam organisme tersebut sehingga terjadi kloning sel. Sel-sel ini memiliki gen yang sama. Menggunakan teknologi ini cenderung untuk menciptakan jenis dan cara baru dibidang pengobatan. Menciptakan anti biotik jenis baru bisa dilakukan dengan cara ini.

3.    Cara ke tiga adalah melakukan Somatic Cell Nuclear Transfer yang merupakan  metode kloning dengan menggunakan inti sel somatic (nukleus sel somatic) dimana dalam tahap ini inti sel somatik yang ditanamkan ke dalam sel telur yang telah dibuang inti selnya. Selanjutnya, sel tersebut dirangsang dengan listrik sebagai sarana untuk menciptakan kondisiyang memungkinkan terjadinya pertumbuhan sel tersebut. Dan kemudian sel tersebut berkembang menjadi embrio yang kemudian dimasukkan ke dalam rahim binatang/wanita yang sudah dipersiapkan secara biologis untuk dapatmenerima dan mengembangkan embrio hasil kloning.

Andai saja inti sel yang dimasukkan kedalam sel telur yang telah kosong (karena telah dibuang intinya) adalah inti sel somatik dari makhluk yang tidak sejenis maka terjadilah ciptaan baru yaitu HYBRID. Yang terfikir dalam otak saya andai itu terjadi maka akan sangat mengerikan, yaitu terciptanya berbagai macam monster dengan rupa dan perilaku yang sangat aneh dan mengerikan.
Maka dari itu FIGO ( The International Federation of Gynecology and Obstetrics), yang merupakan Federasi Obstetri dan Ginecology Internasional menyatakan bahwa:

1.    Pre-conceptional sex selection (tindakan penyeleksian jenis kelamin sebelum kehamilan)  untuk maksud diskriminasi sex tidak dibenarkan, namun untuk penyakit tertentu seperti sex linked genetic disorders, penelitiannya dapat dilanjutkan. Sex linked genetic disorders atau Kelainan genetik Sex-linked adalah setiap penyakit atau kondisi tidak normal yang disebabkan oleh gen yang rusak pada kromosom X , salah satu kromosom seks. Gangguan ini juga dapat melibatkan penyimpangan dalam jumlah X atau Y kromosom. Contoh kelainan ini adalah Turner Syndrome dan Hemofilia
2.    Reproductive kloning atau duplikasi manusia dilarang,
3.    Terapeutik kloning disetujui,
4.    Penelitian embrio pada manusia sampai dengan 14 hari setelah pembuahan di luar proses simpan beku yang bertujuan untuk pemanfaatan kesehatan manusia, harus dapat ijin dari pendonor, harus disyahkan oleh komisi khusus, tidak boleh ditanam ke rahim kecuali untuk mendapatkan kehamilan yang baik, dan tidak untuk tujuan komersial.
5.    Tidak Etis melakukan; (1) penelitian seperti ‘Kloning’ setelah periode pembuahan dan sebuah telur yang dibuahi yang sudah mulai pembelahan sel, lebih dari 14 hari pasca pembuahan, (2) mendapatkan hybrid (spesies baru) dengan melakukan pembuahan inter-spesies, (3) penanaman sel telur yang telah dibuahi kedalam rahim spesies lain, (4) manipulasi kumpulan gen-gen yang terdapat di dalam setiap sel individu organisme (genom), kecuali untuk pengobatan suatu penyakit.

Dasar dasar kode etik tentang kloning yang ditujukan dalam bidang kedokteran merujuk pada sebuah buku kode etik kedokteran Indonesia, dimana disebutkan tentang penjelasan khususuntuk beberapa pasal dari revisi kodeki hasil Mukernas Etik Kedokteran III pada bulan April 2002. Didalam buku ini dijelaskan bahwa penjelasan tentang kloning ini merupakan hasil adopsi dari keputusan Muktamar XXIII IDI 1997 tentang kloning, yaitu pada hakekatnya;
1.    Menolak dilakukan kloning pada manusia, karena upaya itu mencerminkan penurunan derajat serta martabat manusia sampai setingkat bakteri, dan seterusnya.
2.    menghimbau para ilmuwan khususnya kedokteran, agar tidak mempromosikan kloning dalam kaitan dengan reproduksi manusia
3.    mendorong ilmuwan untuk tetap memanfaatkan bioteknologi kloning pada, (a) sel atau jaringan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan melalui antara lain, pembuatan zat anti atau antigen monoclonal, yang dapat digunakan dalam banyak bidang kedokteran baik untuk kepentingan diagnosa maupun untuk kepentingan pengobatan. (b) pada sel atau jaringan hewan dalam upaya penelitian kemungkinan melakukan kloning organ, serta penelitian lebih lanjut, kemungkinan diaplikasikannya kloning organ untuk dirinya sendiri.

Andai tidak ada aturan ketat tentang kloning, maka pastilah kita akan bertemu dengan Thomas Alfa edison dan Albert Einstein bahkan Lady Diana yang telah meninggal beberapa dekade yang lalu, hadir lagi di tengah tengah kita. Kita pun akan melihat Agnes Mo konser di beberapa negara dalam waktu yang nyaris bersamaan, bahkan yang lebih mengerikan yaitu kita akan hidup bersama monster monster yang akan kita temui setiap hari. Bahkan kita bisa membeli calon calon bayi yang terpajang di supermarket embrio, dokumentasi yang kurang baik akan menjadikan incest (perkawinan sedarah) terjadi dimana mana dengan akibat jangka panjang munculnya berbagai kelainan genetic pada generasi selanjutnya.

Penulis : Erna Setiyaningrum, SST,.MM,.MA,.Cd.Dr