Kenali Gejala Diabetes Tipe 2

Tidak ada komentar 482 views
diabetes-tipe2

ilustrasi – Kenali Gejala Diabetes Tipe 2

 

Sekitar 80% pengidap diabetes di Indonesia menderita diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 terjadi karena penurunan produksi insulin dalam tubuh sehingga fungsinya tidak maksimal atau tubuh mulai menjadi kurang peka terhadap insulin. Reaksi ini dikenal dengan istilah resistansi terhadap insulin. Kenali gejala diabetes tipe 2 !

Jenis ini biasanya menyerang orang-orang berusia di atas 40 tahun. Tetapi usia pengidapnya akhir-akhir ini bertambah muda. Diabetes tipe 2 juga lebih sering dialami oleh etnis Asia dibanding etnis lain.

Tidak seperti diabetes tipe 1, yang dapat dikendalikan dengan injeksi insulin ke dalam tubuh secara teratur, penderita diabetes tipe 2 biasanya tidak memerlukan injeksi insulin tetapi harus menurunkan berat badan mereka untuk memperbaiki resistensi insulin.

Berikut adalah gejala-gejala yang menunjukkan ada sesuatu yang salah pada kadar gula darah.

1. Perubahan kulit
Warna kehitaman dan bercak di lipatan kulit, terutama di belakang leher, siku, atau buku-buku jari, bisa menjadi tanda awal kadar gula darah terlalu tinggi. Walau faktor genetik juga bisa mnyebabkan perubahan pada kulit yang disebut acanthosis nigrican.

Menurut dokter kulit Sanjiv Saini, kadar insulin yang tinggi memicu pertumbuhan sel kulit dan melanin sehingga mengakibatkan adanya bercak hitam. Kondisi ini bisa menandakan kadar gula darah yang melebihi normal.

2. Ketajaman penglihatan berubah
Terkadang, meningkatnya ketajaman penglihatan bukan sesuatu yang perlu disyukuri. Selain penglihatan yang buram, perubahan ketajaman penglihatan menjadi lebih baik juga bisa menjadi tanda diabetes tipe 2. Hal ini terjadi karena kadar air di tubuh berubah, termasuk di sekitar mata sehingga penglihatan ikut berubah.

3. Gatal-gatal
diabetes akan berpengaruh pada sirkulasi darah, sehingga terkadang menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal. Rasa gatal itu terutama dirasakan di bagian tangan, kaki, dan telapak kaki.

4. Pendengaran terganggu
Jika akhir-akhir ini Anda merasa harus menambah volume suara di televisi menjadi lebih tinggi, atau meminta orang lain mengulang perkataannya karena terdengar kurang jelas, mungkin Anda perlu mengecek kadar gula darah.

Orang yang kadar gula darahnya tinggi tapi belum masuk kriteria diabetes cenderung mengalami gangguan pendengaran. Para ahli menjelaskan, diabetes merusak pembuluh darah dan saraf di telinga bagian dalam.

5. Mendengkur
Hampir separuh orang yang menderita diabetes melitus mengalami gangguan napas saat tidur. Hal itu ditandai dengan suara mengorok saat tidur dan mudah mengantuk di siang hari.